Kebiasaan Buruk Pengusaha Dalam Mengelola Uang

Kebiasaan Buruk Pengusaha Dalam Mengelola Uang
Pengusaha

Kebiasaan Buruk Pengusaha Dalam Mengelola Uang – Setiap pengusaha memiliki impian agar bisnisnya berhasil dan terus berkembang. Berbagai upaya dilakukan agar kesuksesan menjadi kenyataan. Namun, tak jarang bisnis yang baru dimulai hanya bertahan selama beberapa bulan atau ditahun pertama saja. Anda sebagai pengusaha yang paling bertanggung jawab dalam hal ini, melakukan berbagai kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan.

Jika Anda sedang mengalami masalah finansial yang buruk, Anda jangan berputus asa di tengah jalan. Anda tentu bisa memutar keadaan dan memulihkan bisnis Anda. Asalkan Anda menyadari kebiasaan yang salah dalam mengelola keuangan dan segera memperbaikinya. Berikut 5 kebiasaan buruk pengusaha dalam mengelola uang yang harus Anda hindari.

1. Tidak Menabung

Menabung adalah tindakan paling dasar untuk menyimpan dan menambah pendapatan. Tindakan simpel untuk dilakukan, namun terkadang sering diabaikan dengan berbagai alasan. Padahal, sekecil apapun tabungan yang Anda kumpulkan secara berkala, jumlahnya akan menumpuk jika Anda konsisten menabungnya.

Untuk itu, saat Anda menjalankan bisnis, buatlah komitmen untuk menghemat pengeluaran dan menyimpan sebagian pendapatan berapa pun jumlahnya. Tabungan Anda akan membantu Anda untuk menambah modal bisnis atau ketika Anda kesulitan keuangan suatu hari nanti.

2. Tidak Memperhatikan Uang Kecil

Menganggap hasil penjualan yang sedikit adalah hal yang biasa membuat Anda kurang bersyukur. Anda seharusnya mengapresiasi seberapa pun pendapatan bisnis Anda setiap hari. Meski hasilnya Anda anggap “uang kecil” yang tidak seberapa, uang tersebut tetap Anda butuhkan dan sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit alias perlahan-lahan usaha Anda pasti akan membuahkan hasil yang besar.

Anda jangan selalu menganggap remeh sedikit uang yang Anda keluarkan. Jika Anda terus berkompromi dengan pengeluaran ”uang kecil” untuk hal-hal yang tidak penting, tanpa Anda sadari jumlah pengeluaran Anda membengkak. Maka dari itu, perhatikan dan lakukan perhitungan sebaik mungkin untuk setiap pengeluaran, sekalipun jumlahnya sedikit.

3. Tidak Membuat Proyeksi Laba-Rugi

Anda perlu membuat proyeksi laba-rugi bisnis Anda untuk membantu Anda mengatur finansial dalam jangka panjang. Ini berarti Anda membuat perkiraan beban operasional dan dan hasil penjualan bisnis Anda dalam beberapa waktu ke depan. Minimal Anda membuat proyeksi untuk setiap 12 bulan ke depan. Cara simpelnya dengan membandingkan potensi omzet dengan harga pokok penjualan ditambah biaya tetap operasi.

4. Telat Bayar Tagihan

Penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan yang bijaksana dapat membuat keuangan Anda boros. Gaya hidup menggunakan kartu kredit berisiko membuat Anda terjebak dalam utang. Jika Anda memakai kartu kredit secara berlebihan, tagihan sudah pasti membengkak.

Keuangan Anda akan bermasalah dan Anda bisa telat membayar tagihan. Hal ini juga berlaku untuk pembayaran pajak, pinjaman atau utang lainnya yang wajib Anda bayar. Jangan sampai tagihan membengkak karena Anda telat membayarnya.

5. Mencampuradukkan Urusan Bisnis dan Pribadi

Anda harus bisa bersikap profesional dalam berbisnis. Jangan campur urusan bisnis dengan masalah pribadi. Hal ini berlaku untuk urusan uang. Anda harus memisahkan anggaran pendapatan dan pengeluaran pribadi dengan bisnis. Jika tidak, kekacauan bisa terjadi suatu saat nanti.

Tentang Isti RWD