Tips Memilih Partner Bisnis yang Tepat

Tips Memilih Partner Bisnis yang Tepat
Menjalankan Bisnis Rekan Bisnis

Tips Memilih Partner Bisnis yang Tepat – Partner bisnis merupakan rekan kerja yang akan membantu kita dalam mengembangkan hingga memajukan bisnis. Memilih partner bisnis yang tepat memang tidak mudah. Akan menjadi masalah dikemudian hari jika terlalu sering terjadi.

Perselisihan dengan partner bisnis yang akan berimbas kepada keberlangsungan bisnis itu sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan dalam memilih partner bisnis yang tepat untuk kita? Simak langkah-langkah bijak berikut ini dalam memilih partner bisnis yang tepat sesuai dengan diri kita sendiri:

1. Memiliki visi yang sama

Pastikan ketika kita memilih partner bisnis, visi yang dimiliki sama dengan visi kita. Kita bisa mulai untuk berbincang-bincang mengenai mimpi, cita-cita, harapan dan lain sebagainya hingga hal yang tidak sukai juga bisa menjadi pertimbangan. Tak lupa juga untuk memastikan komitmen dari partner bisnis tidak merugikan kita dikemudian hari.

Akan lebih bagus juga jika kita tahu teknik yang digunakan seorang psikolog dalam menentukan kebijakan atau keputusan terhadap seseorang. Cukup pelajari garis besarnya untuk kita bisa membuat keputusan dengan cepat. Jika kita ingin lebih praktis dan cepat, kita juga bisa mengajak kerjasama seorang psikolog ketika bertemu dengan calon partner bisnis kita.

2. Jujur

Memilih dan mengenali orang yang benar-benar jujur atau berbohong memang tidak mudah. Termasuk juga ketika kita memilih partner bisnis, juga dibutuhkan kejujuran dalam menjalankan bisnis. Kita bisa mulai bertanya kepada orang yang ada disekitar Kita, baik itu kenalan, teman maupun kerabat jika memang mengenal calon partner atau rekan bisnis Kita.

Kita bisa mulai bertanya mengenai segala hal mulai dari sikap hingga pengalaman calon partner bisnis di masa lalu. Dari sini Kita bisa menggali informasi yang valid untuk mengambil keputusan terkait dengan calon partner bisnis. Seseorang yang berkata manis belum tentu dia jujur. Sehingga tempatkan kejujuran diatas segalanya.

3. Perjanjian hitam di atas putih

Membuat perjanjian atau kerjasama hitam diatas putih dan bermaterai dengan partner bisnis memang sangat diperlukan. Hal ini diperlukan untuk mencegah dan menghindari terjadinya penipuan atau pelanggaran dikemudian hari. Dalam menulis surat perjanjian, pastikan peraturan yang dituliskan telah disepakati.

Kita juga bisa mencantumkan juga sanksi yang akan didapatkan dikemudian hari jika perjanjian dilanggar. Ajak juga saksi ketika kita menandatangani surat perjanjian ini. Ketika perjanjian telah di teken, pastikan juga kita memilikim salinan atau duplikasi dari surat perjanjian untuk kegunaan arsip dan sebagai jaga-jaga jika surat perjanjian mengalami kerusakan ataupun hilang.

4. Mau saling berbagi pekerjaan

Mendiskusikan pekerjaan yang akan dilakukan dengan partner bisnis sangat diperlukan. Dengan membagi pekerjaan, maka akan ada kejelasan dalam hal apa saja yang harus dilakukan demi keberlangsungan dan kemajuan bisnis yang sedang dijalankan bersama.

Pembagian pekerjaan ini bisa dimasukkan dalam surat perjanjian agar semakin jelas dan memiliki ikatan. Hal ini memudahkan untuk membagi pekerjaan dengannya. Salinglah melengkapi pekerjaan yang sudah disusun satu sama lain. Bila pekerjaan kita sudah selesai.

Jadikan partner bisnis adalah seorang teman selayaknya kita berteman dengan sahabat. Ketika sudah menjadi sahabat rasa saling membutuhkan, saling membantu dan berbagi akan timbul dengan sendirinya dalam profesionalitas pekerjaan. Beban pekerjaan pun juga akan semakin berkurang. Sehingga waktu dan pekerjaan menjadi lebih efisien dan produktif.

5. Pekerja keras

Ketika memilih partner bisnis yang tepat, pilihlah mereka yang tidak malas dan selalu berusaha dalam pekerjaan. Jika tidak, maka akan menghambat kinerja yang ada di perusahaan. Kita bisa mengetahuinya melalui pengalaman kerja dari partner bisnis. Dari situ dapat kita ketahui seberapa jauh dia mengerjakan pekerjaannya.

Lihatlah bagaimana proses partner bisnis mengerjakannya dan kedua lihatlah hasilnya. Kita juga bisa memberikan tantangan yang sulit, misalnya saat dia berusaha mengerjakan dan mengalami kesulitan apakah dia akan terus berjuang atau putus asa.

Sosok pekerja keras tidak hanya dibutuhkan saat bekerja saja tetapi juga dibutuhkan ketika kondisi perusahaan berada dititik paling bawah. Tetaplah bersama-sama dalam satu visi dengan partner bisnis. Percayalah tidak ada  suatu usaha yang dilakukan dengan kerja keras akan berbuah sia-sia dan percuma. Karena hasil tidak akan mengkhianati proses.

6. Ceria

Memunculkan kondisi ceria didalam lingkungan perusahaan akan memiliki banyak manfaat didalamnya, salah satunya adalah akan munculnya ide-ide kreatif yang bermanfaat. Ketika lingkungan ceria, hal-hal produktif akan muncul dengan sendirinya. Hal ini karena emosi yang positif dapat menular kepada orang-orang yang ada disekitar.

Seperti misalnya satu orang  saja yang memiliki rasa humor tinggi, akan mampu membuat kondisi lingkungan perusahaan menjadi lucu atau ceria. Partner bisnis yang tidak mudah marah jika diajak bercanda dan manghidupkan suasana tentu akan sangat bagus bagi kondisi lingkungan perusahaan untuk tetap kondusif.

Suasana ceria juga mampu menangkis stres dalam rutinitas pekerjaan, mengubah suasana menjadi lebih baik, meningkatkan otak untuk bekerja lebih baik dan mempererat hubungan antara karyawan serta mempunyai manfaat lainnya untuk kesehatan.

Tentang Isti RWD