Hal yang dilakukan untuk Menjalankan Bisnis Dengan Keluarga

Hal yang dilakukan untuk Menjalankan Bisnis Dengan Keluarga
Menjalankan Bisnis

Hal yang dilakukan untuk Menjalankan Bisnis Dengan Keluarga – Berbisnis dengan orang yang sudah dikenal seperti keluarga tentu memiliki banyak keuntungan bila dibandingkan dengan membangun sebuah usaha dengan orang yang baru dikenal dan orientasinya hanya kepada keuntungan pendapatan saja. Akan tetapi apakah berbisnis dengan  keluarga tidak memiliki kelemahan.

Jawabannya tentu saja ada. Sudah banyak contoh bisnis keluarga yang gagal dan hancur di tengah jalan lantaran tidak adanya batasan antara profesionalitas dan hubungan darah.  Maka dari itu, SmartBisnis akan menjelaskan secara singkat tentang bagaimana seharusnya menjalankan sebuah peluang usaha bersama keluarga.

1. Menyamakan visi dan misi untuk menentukan jenis usaha

Sebagai awal, pastikan terlebih dahulu Sobiz dan keluarga menentukan bisnis atau peluang usaha apa yang akan dijalankan. Yang terpenting, pemilihan jenis usaha tersebut harus sesuai dengan minat dan kesukaan dari para partner yang dalam hal ini adalah keluarga Sobiz sendiri. Karena faktanya, meskipun bersaudara dan satu keluarga, pasti akan terdapat visi dan misi yang berbeda dari tiap individu.

2. Mencari kecocokan antara karakter serta kompetensi masing-masing

Salah satu syarat utama dalam menjalankan bisnis bersama partner adalah dengan sama-sama mencocokan karakter yang dimiliki. Tentu saja hal ini juga berpengaruh meskipun Sobiz hendak berbisnis bersama keluarga. Karena meskipun sedarah, belum tentu memiliki sifat dan karakter yang sama untuk bisa sejalan.

Pastikan jika saudara atau keluarga yang Sobiz ajak memiliki kompetensi dalam hal menjalankan bisnis sebelumnya. Sehingga tidak ada ketimpangan dalam hal berbisnis. Karena dengan kemampuan yang sama rata, maka setiap pembagian tugas akan lebih mudah dijalankan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

3. Memastikan pembagian tugas, modal serta keuntungan secara terperinci

Tujuan dari membangun bisnis bersama partner adalah pembagian tugas yang merata. Maka dari itu, dalam berbisnis bersama keluarga pun kegiatan ini harus dilakukan. Pastikan bahwa sesama keluarga harus saling membagi pekerjaan secara adil sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Bahkan pembagian yang terperinci  juga harus dilakukan terhadap permodalan, serta keuntungan nantinya yang akan diraih, agar tidak terjadi selisih paham terhadap sesama partner atau keluarga.

4. Bisnis keluarga juga harus memiliki perjanjian hitam di atas putih

Meskipun bersama keluarga yang Sobiz anggap sangat dekat, namun bukan berarti bisnis tersebut bisa dijalankan tanpa adanya perjanjian hitam di atas putih atau perjanjian secara resmi. Pasalnya, jika tidak memiliki perjanjian seperti ini, maka bisnis tersebut akan terlihat lemah di mata hukum.

Salah satu poin yang perlu tercantum di perjanjian ini adalah pembagian keuntungan, tanggung jawab, serta penyelesaian perselisihan.

Tentang Isti RWD