Memilih Tim Kerja,5 Kesalahan Berikut Sering Terjadi

Memilih Tim Kerja,5 Kesalahan Berikut Sering Terjadi
Kerja Sama Tim Kerja

1. Memilih tim kerja yang tidak kooperatif

Sifat tidak kooperatif adalah hal yang sangat tidak membangun bagi perkembangan bisnis. Oleh sebab itu, mengabaikan sifat tersebut saat memilih tim kerja merupakan sebuah kesalahan bahkan bisa dikatakan bunuh diri. Hal ini dikarenakan sifat kooperatif sangat dibutuhkan baik dari sisi dukungan maupun kritiknya.

Ingat, sifat kooperatif bukanlah dengan selalu mengatakan setuju tapi justru lebih pada memberikan idea yang solutif baik dalam hal setuju atau tidak.

Dengan sifat ini, tentunya Anda akan memiliki beberapa pilihan yang rasional untuk Anda putuskan. Sifat kooperatif juga sangat dibutuhkan ketika kondisi perusahaan sedang urgent. Lebih jauh lagi, jika perusahaan ingin maju, maka pilihlah tim kerja yang kooperatif.

2. Memilih tim kerja yang tidak cepat menangkap

Jangan hanya peduli pada tampilan fisik atau luar ketika hendak memilih tim kerja. Memang benar, tampilan luar yang membuat mata selalu segar dibutuhkan tapi bukan berarti mengabaikan kecepatan dalam menangkap masalah.

Bayangkan jika Anda sedang berbusa-busa mempresentasikan suatu materi dengan tim kerja Anda. Mereka memang melihat dan mendengarkan, tapi mereka tidak paham apa yang sedang Anda bicarakan sehingga tidak bisa memberikan tanggapan apapun.

Tentu sangat disayangkan memiliki tim kerja yang membutuhkan waktu lama untuk memahami setiap masalah. Anda akan kehabisan banyak waktu, tenaga dan pikiran ketika berhadapan dengan mereka. Selain itu, tim kerja yang lama memahami atau menangkap, bisa membuat tempo kerja lambat dan artinya perusahaan akan lambat berkembang.

3. Memilih tim kerja yang tidak mau mendengar

Mendengarkan orang berbicara adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Namun, bukan berarti setiap orang bisa melakukan aktivitas ini. Mendengarkan bisa jadi membosankan atau bahkan menganggap digurui karena sifat egoisnya.

Sifat egois mungkin tidak bisa dengan mudah dilihat tapi bisa dirasakan. Ketika dia tidak mau mendengar, maka sudah bisa dipastikan suasana kerja tidak akan stabil karena tim kerja tidak bisa mendengarkan dengan baik. Suasana riak-riak bisa saja terjadi ketika semua bicara dan tidak mau mendengar.

4. Memilih tim kerja yang tidak suka resiko

Banyak tim kerja yang hanya menginginkan kondisi perusahaan tetap aman tanpa berani mengambil resiko. Tentu, zona aman memang sangat menyenangkan. Tapi, ketika terlalu lama berada di zona aman maka bisa jadi Anda tidak tahu bahwa perusahaan sebenarnya sedang dalam masa kritis.

Oleh sebab itu, rekan kerja yang mempunyai sifat suka tantangan dan mengambil resiko patut diapresiasi. Tentu, berani mengambil resiko disini dengan sebelumnya sudah mempertimbangkan banyak hal.

Kadang, Anda juga butuh sosok tim kerja yang berani mendorong Anda untuk maju lebih jauh lagi dan tanpa ragu. Tidak menyukai resiko merupakan sifat yang tidak baik dimiliki oleh tim kerja karena Anda tidak akan bisa membaca situasi terkini terkait pesaing dan lain sebagainya.

5. Memilih tim kerja yang mudah terpengaruh

Sifat mudah terpengaruh bisa diartikan tidak mempunyai pendirian bagai air diatas daun talas. Dalam dunia bisnis, sifat ini sangat merugikan banyak pihak.

Hal ini dikarenakan keberadaan dan tidak adanya akan sama saja tidak memberikan solusi apapun karena ia mudah terpengaruh walaupun sebelumnya bisa jadi ia memiliki suatu pendapat sendiri.

Dari ulasan di atas, sudah sepatutnya Anda memilih tim kerja yang tepat yang sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. Ingat, resiko investasi dari bisnis Anda akan bergantung kepada siapa yang menjadi rekan anda selama bekerja.

 

Sumber : koinworks.com


Tentang Isti RWD