Modus Kecurangan Karyawan Restoran

Modus Kecurangan Karyawan Restoran
Bisnis Restoran Karyawan Bisnis

Beberapa Modus Kecurangan Karyawan Restoran – Modus Kecurangan Karyawan Restorana Kecurangan karyawan adalah salah satu masalah krusial yang sering dihadapi para pebisnis. Menurut survei yang dilakukan sebuah perusahaan konsultan.

Survei tersebut juga mengungkap bahwa kemungkinan seorang karyawan mencuri bisa lebih besar dibanding pihak luar.Tentu, sebagai pebisnis Anda wajib waspada tentang segala kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh karyawan Anda.

Jangan sampai hanya karena sibuk memikirkan strategi bisnis, Anda tidak menyadari ternyata ada ‘tikus’ dari dalam yang merugikan bisnis Anda. Karena itulah, Anda perlu memahami modus kecurangan yang biasa dilakukan karyawan untuk mengambil keuntungan pribadi.

Beberapa modus kecurangan karyawan restoran yang perlu Anda pahami. Kami juga menambahkan langkah solutif yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya modus kecurangan tersebut. Berikut Beberapa modus kecurangan karyawan restoran, mulai dari kecurangan yang umum dilakukan, hingga yang jarang dideteksi majikan:

1. Mencuri Uang/ Stok Bahan Baku

Kecurangan paling umum yang dilakukan oleh karyawan adalah mencuri uang hasil penjualan atau stok bahan baku. Kalau di restoran, karyawan yang paling sering melakukan kecurangan ini adalah mereka yang berurusan secara langsung dengan uang dan bahan baku.

Sedangkan mereka yang berurusan dengan bahan baku diantaranya adalah stokis, kepala gudang, atau bahkan chef. Namun, tidak menutup kemungkinan jika selain oknum tersebut juga bisa melakukan pencurian uang atau stok bahan baku. Jadi, Anda pun harus selalu teliti dalam mengawasi kinerja karyawan Anda.

2. Menaikkan Harga Makanan

Jenis kecurangan ini lebih mungkin dilakukan karyawan yang memiliki kesempatan bertransaksi secara langsung dengan pelanggan. Dengan menaikkan harga, karyawan curang ini bisa mendapat keuntungan pribadi. Tentu hal ini akan merugikan Anda sebagai pemilik restoran. Karena restoran Anda akan dikenal lebih mahal oleh konsumen.

3. Tidak Menyerahkan Struk

Kasir curang yang berniat mengambil keuntungan pribadi akan dengan sengaja tidak menyerahkan nota pembayaran kepada pembeli. Biasanya hal ini sengaja dilakukan agar pelanggan restoran Anda tidak tahu berapa biaya yang seharusnya mereka keluarkan.

Salah satu modus yang biasanya dilakukan kasir curang ini adalah dengan mengatakan printer rusak, sehingga tidak bisa mencetak struk. Padahal, mereka sengaja berbohong agar total harga sebenarnya tidak diketahui oleh pelanggan restoran Anda.

4. Tidak Menyerahkan Uang Kembalian

Jangan anggap remeh uang kembalian yang hanya ribuan rupiah saja. Karena jika dikalikan dalam setahun, uang tersebut bisa mencapai ratusan ribu dan bahkan sampai jutaan rupiah. Tentu, Anda bisa mengalami kerugian yang cukup banyak akibat kecurangan tersebut.

Misalnya saja dalam sehari transaksi, dan kasir mengambil uang kembalian. Maka dalam sehari si kasir curang. Jika dikalikan dalam setahun, kasir tersebut bisa mengumpulkan uang kembalian hingga jutaan rupiah lebih. Tentu angka yang cukup fantastis, mengingat dalam sehari bisa terjadi  transaksi, dan nilai uang kembaliannya pun bisa lebih besar.

5Menyalahgunakan Data Member

Dengan keleluasaan akses data member, karyawan restoran Anda juga bisa menyalahgunakan data tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Biasanya, sebelum transaksi, kasir akan menanyakan apakah pelanggan punya kartu member atau tidak.

Namun, si kasir menyebutkan total harga normal kepada pelanggan, dan menggunakan selisih harga (potongan member) sebagai keuntungan pribadi. Sama halnya dengan kecurangan sebelumnya. Mungkin uang yang diambil tidak seberapa. Tapi jika dilakukan rutin pasti bisa terkumpul uang yang banyak dan merugikan bisnis restoran Anda.

6Menyalahgunakan Program Promo

Salah satu bentuk kecurangan karyawan restoran yang keenam adalah menyalahgunakan program promo. Biasanya, jika ada promo potongan harga, bonus makanan, dll, karyawan curang tidak akan memberitahu program promo tersebut kepada pelanggan, tapi malah memanfaatkan promo tersebuut untuk kepentingan pribadi.

7. Mengakali Laporan Penjualan

Jenis kecurangan ini lebih mungkin dialami bagi Anda yang masih mempercayakan pembuatan laporan keuangan secara manual pada karyawan. Biasanya, karyawan curang akan mengakali laporan keuangan dengan menambahkan banyak pengeluaran dan mengurangi jumlah pemasukan, agar total yang sebenarnya bisa diambil keuntungan pribadi.

Tentang Isti RWD