Alasan Karyawan Resign Mengundurkan Diri

Alasan Karyawan Resign Mengundurkan Diri
Karyawan Bisnis Resign

Alasan Karyawan Resign Mengundurkan Diri – Adapula sebaliknya, memiliki gaji tinggi namun tidak mencintai pekerjaannya. Selain permasalahan di atas, masih banyak permasalahan lainnya yang harus dihadapi karyawan. Jika sudah begitu, solusi yang akan diambil oleh karyawan tersebut adalah resign dari perusahaannya. Namun selain permasalahan di atas masih banyak alasan karyawan untuk resign. Lalu, alasan apa saja yang seringkali diungkapkan oleh karyawan:

1. Jenjang Karier Tidak Jelas

Pentingnya karyawan untuk membaca surat kontrak kerja selain untuk melihat hak dan kewajiban, Anda pun berhak tahu tentang kenaikan jenjang karier pada perusahan tersebut. Kenaikan jabatan yang didapatkan di sebuah perusahaan pun beragam, seperti manager, supervisor, kepala divisi, hingga pimpinan perusahaan. Hanya saja untuk mendapatkan promosi tersebut diperlukan test dan juga tahapan-tahapan yang tidak mudah.

2. Rutinitas Kerja yang Membosankan

Berikutnya adalah tentang melakukan rutinitas kerja yang bisa berujung pada kebosanan. Jika karyawan sudah merasa bosan dalam bekerja, kemungkinan beesar mereka sedang jenuh melakukan pekerjaan selama 8 jam setiap harinya. Tidak ada lagi tantangan pekerjaan yang bisa dilakoninya sehingga semangat kerja pun menurun.

Hal ini memang tidak seharusnya terjadi pada karyawan karena setiap orang telah diberikan tanggung jawab. Hanya saja, jika tanda-tanda di atas sudah tercium oleh Anda selaku pimpinan maka perlu untuk dilakukan inovasi dalam segala hal. Entah itu perombakan divisi, mengajak karyawan pikinik, memberikan rewards, dan lain sebagainya.

3. Adanya Konflik di Tempat Kerja

Memang bukan sesuatu yang baru lagi apabila ada sebuah konflik dalam sebuah perusahaan. Entah itu konflik dengan sesama karyawan atau atasan. Konflik tersebut timbul karena beragam persoalan bisa dari pekerjaan ataupun urusan pribadi. Apabila dibiarkan jelas tidak akan nyaman dalam bekerja terlebih jika konflik harus dengan teman satu divisi.

Jika sudah begitu, banyak karyawan yang lebih memilih untuk resign daripada menyelesaikan masalahnya. Seharusnya, konflik tersebut bisa diatasi dengan adanya mediasi antar karyawan atau pimpinan. Jika memang itu urusan pekerjaan lebih baik dikonfirmasi ulang agar tidak menjadi kesalahan yang berulang.

Sebaliknya, jika konflik tersebut bersifat mengenai urusan pribadi maka harus diselesaikan di luar kantor. Dan sebisa mungkin agar konflik tersebut tidak menyebar hingga karyawan lain pun turut campur dalam masalah tersebut.

4. Tidak Mendapatkan Apresiasi

Tidak mendapatkan apresiasi dari pimpinan atau kepala divisi pun akan berakibat pada resignya seseorang dari perusahaan. Secara fitrah seorang manusia itu ingin dihargai dan juga diapresiasi walaupun bersifat kecil. Oleh karena itu, sikap tersebut harus dimiliki setiap pemimpin.

Tentang Isti RWD