Kiat Sukses Usaha di Bulan Ramadhan

Kiat Sukses Usaha di Bulan Ramadhan
Berita UKM Nasional Dunia UKM Peluang Usaha Tips Bisnis

Keindahan dan kemeriahan Ramadan selalu memberikan nuansa yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Bulan yang penuh berkah, rezeki tak terkira pun bisa diperoleh dari peluang meriahnya umat muslim menyambut waktu berbuka puasa.

Bulan Ramadan memang momen indah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Berpuasa, shalat wajib dan sunnah dengan khusyuk, menahan hawa nafsu, dan amalan lainnya. Nuansa berbeda pun terasa di saat momen Ramadan ini tiba, di antaranya kemeriahan menjelang berbuka puasa.

Di mana-mana umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa selalu antusias mempersiapkan waktu berbuka tiba. Ibu sibuk di dapur memasak menu lezat untuk keluarga, anak-anak mengaji menjelang berbuka, dan di pinggir-pinggir jalan tak kalah ramai dengan penjual makanan dan minuman yang biasanya tak ada di bulan-bulan lainnya. Belum lagi asyiknya orang-orang yang sengaja berjalan-jalan menjelang berbuka ini, yang kemudian popular disebut ngabuburit. Ya, begitulah kemeriahan dan keindahan Ramadan yang selalu dirindukan oleh umat Muslim.

Banyak masyarakat yang kemudian menjadikan momen Ramadan, yakni waktu menjelang berbuka puasa ini untuk mencari rezeki. Ketika sore hari, banyak yang mencari jajanan dan minuman untuk dijadikan menu pembuka saat berbuka puasa. Hal ini adalah peluang usaha bagi mereka yang kemudian berjualan aneka makanan pembuka buka puasa. Bagaimana dengan ibu? Ibu pun bisa melakukannya, mencari rezeki halal dari bulan yang penuh berkah ini. Jika ibu punya niat berjualan seperti mereka, tentu sangat mungkin bisa meraup untung menggunung dari berjualan aneka jajanan atau pun minuman di bulan penuh berkah ini.

Aneka jajanan dan minuman yang popular di bulan Ramadan bisa menjadi inspirasi untuk berjualan. Mulai dari kue basah, gorengan, jajanan pasar, kolak, es buah, es kelapa muda, es campur, yoghurt, sate buah, burjo, bakso, batagor, syomai, lotek, es cendol, pisang cokelat, donat yang tak pernah absen menjelang berbuka puasa semua bisa dicoba. Tentu hal ini harus didukung dengan kemampuan ibu dalam memasak. Jika benar-benar dijalankan, untungnya sangat lumayan.

Supaya usaha ibu tak merugi dan menguntungkan, ada strategi usaha yang bisa diperhatikan.

Pilih makanan/minuman yang digemari

Sebelum benar-benar berjualan di bulan puasa, tentukan produk, yakni makanan atau minuman yang akan dijual. Jadikan pengalaman Ramadan tahun lalu sebagai bahan pertimbangan. Dari sana Anda bisa tahu, pembeli biasanya menggemari jenis jajanan atau minuman apa. Jika tahun lalu Anda belum berjualan, bisa dilihat dari jajanan dan minuman apa yang biasanya paling laris dibeli.
Kreativitas menjadi kuncinya
Kalau Anda sudah tahu produk makanan atau minuman yang ingin dijual dan memang banyak penggemarnya, maksimalkan kreativitas Anda. Jangan menduplikasi produk orang lain, berikan nilai tambah pada makanan atau minuman yang akan dijual. Buat yang unik, menarik, dan berbeda dari yang biasanya. Kalau sudah begitu, pembeli pun akan tertarik, mencicipi, dan datang lagi untuk membeli karena produk Anda punya nilai lebih dibanding yang lain.

Tentukan pasar usaha Anda

Siapa pasar usaha Anda, apakah anak-anak, ibu-ibu, ABG, mahasiswa, atau karyawan sepulang kerja. Hal ini akan berpengaruh pada lokasi berjualan, kuantitas, juga cara promosinya. Dengan pasar yang jelas, Anda pun bisa menentukan strategi berjualan Anda.

Pilih lokasi strategis

Lokasi yang strategis tentu juga akan berpengaruh pada kesuksesan berjualan Anda. Jika Anda tinggal di kompleks perumahan, bisa memanfaatkan lokasi berjualan di tempat-tempat yang menjadi jalan utama, misalnya di pinggir jalan pintu masuk. Jika pasar berjualan Anda karyawan pabrik, berjualan di dekat pabrik juga akan mempermudah akses pembeli. Lain lagi jika pasar Anda adalah mahasiswa, berjualan di dekat kos-kosan atau asrama mahasiswa yang ramai bisa menjadi pilihan.
Lakukan promosi
Meskipun berjualan di momen Ramadan hanya singkat, melakukan promosi tak ada salahnya. Siapa tahu, dagangan Anda laris-manis dan menjadi lahan bisnis usai Ramadan. Di hari-hari awal berjualan, buatlah sampel makanan dan rayu pembeli untuk mencicipi. Hal ini ampuh untuk membuat pembeli memborong dagangan Anda. Selain itu, strategi promosi mouth to mouth juga andal untuk membuat dagangan Anda banyak didatangi pembeli.

Pelayanan maksimal

Melayani pembeli dengan ramah akan membuat senang. Bagaimana pun, pembeli yang datang dan disodori wajah jutek dan cuek tentu akan punya persepsi kurang baik. Kesan ramah dan baik ketika melayani pembeli sangat mungkin membuat mereka menjadi pelanggan setia.

Pertimbangkan waktu dan kuantitas produk

Berjualan menjelang waktu berbuka puasa dilakukan sekitar 3 jam, yakni sekitar pukul 15.00 sampai 18.00. Dengan waktu yang cukup singkat ini, Anda harus cermat dalam mempersiapkan kuantitas produk yang akan dijual. Meski laris, jika terlalu banyak tentu akan berisiko dagangan tidak habis. Jadi, harus benar-benar dipertimbangkan. Belum lagi, Anda pun juga harus berbuka dan shalat tarawih setelahnya. Jangan sampai asyik berjualan lantas menomorduakan ibadah bulan Ramadan.
Yuk, menikmati indahnya bulan penuh berkah dengan memperbanyak ibadah dan mencari rezeki menjelang berbuka puasa.

Tentang Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA