Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar

Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar
Berita UKM Nasional Dunia UKM Peluang Bisnis Tips Bisnis

Siapa bilang bisnis modal kecil tak bisa mendatangkan keuntungan besar?

Tak sedikit orang yang membatalkan niat membuka usaha karena mengaku tak punya dana. Padahal modal uang bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan bisnis yang dijalani.

Siapa sih yang tak kenal Bob Sadino? Sebagai mantan buruh bangunan, pengusaha sukses satu ini mengawali usahanya dari nol dengan modal minim. Ada pula Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran bermodalkan uang Rp 750 ribu.

Bagi kamu yang ingin merintis usaha atau memulai usaha sampingan, tak perlu berkecil hati jika memiliki modal terbatas. Dengan strategi yang tepat, terdapat puluhan peluang bisnis yang bisa menjadi pintu pemasukan baru.

Bisnis dengan modal Rp 1 juta sekalipun bisa menghasilkan keuntungan berlipat. Belum punya ide bisnis yang ingin dijalani? Tak perlu bingung lagi, berikut delapan rekomendasi ide bisnis modal kecil yang bisa kamu coba.

1. Menjual menu sarapan di rumah
Tak sedikit orang yang memiliki rutinitas pagi cukup padat. Banyak pula yang harus berangkat ke kantor beberapa jam sebelum jam masuk demi tidak datang terlambat. Alhasil, tak ada lagi waktu untuk menyiapkan sarapan yang layak, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

Hal ini dapat menjadi peluang usaha yang potensial. Kamu bisa menawarkan menu sarapan, seperti bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, atau nasi kuning.

Bahan-bahan yang diperlukan cukup terjangkau. Tak perlu menyewa kedai atau rumah makan. Kamu bisa berjualan di depan rumah, bermodalkan satu buah meja dan kursi.

2. Bisnis makanan ringan
Bisnis makanan ringan tak hanya diminati anak-anak, tapi juga orang dewasa. Dari pelajar hingga pekerja, banyak yang gemar menikmati makanan ringan sambil melakukan aktivitas mereka.

Tak perlu berpatok pada jenis camilan yang menggunakan bahan-bahan mahal. Sebagai contoh, kamu bisa mencoba berjualan keripik singkong. Selain bahannya yang terjangkau, pembuatannya pun terbilang sederhana.

Misalnya, untuk membuat 200 bungkus keripik, kamu membutuhkan 10 kg singkong. Ditambah bahan-bahan lainnya, seperti garam, bawang putih, dan minyak, modal yang kamu perlukan bahkan tak sampai Rp 200 ribu.

Jika kamu seorang karyawan, kamu bisa menjajakan camilan ini kepada rekan-rekan kantor. Asal bisa memberi jaminan rasa dan kualitas, bisnis makanan ringanmu berpotensi mendatangkan untung besar.

3. Bisnis dropship
Bisnis dropship bukan lagi bisnis modal kecil, melainkan bisnis tanpa modal. Sebab, siapa pun bisa menjalani ini, bahkan tanpa uang sepeser pun. Selain itu, kamu juga tak perlu repot mengerjakan proses penyediaan maupun pengiriman produk.

Cukup sederhana, kamu hanya perlu memasarkan produk dari penjual dan meneruskan pemesan dan pembayaran dari pembeli ke penjual.

Namun, meski tampak mudah, usaha ini tak bisa disepelekan. Sebagai dropshipper kamu harus memahami spesifikasi barang yang dijual, serta memilih supplier terpercaya. Sebab, kualitas produk dan pelayanan supplier berdampak pada reputasimu juga.

4. Bisnis aksesori perempuan
Usaha aksesori perempuan dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Hal inilah yang berhasil dibuktikan Kartika Yuswadi, pemilik usaha aksesori berlabel SemoetKetjil. Dilansir dari Detik, dengan modal awal sebesar Rp 1 juta, usaha Kartika kini menghasilkan omzet hingga Rp 10 juta per bulan.

Tentunya keberhasilan tersebut bisa didapatkan Kartika setelah bertahun-tahun menjaga kualitas dan terus berinovasi untuk menarik pelanggan.

Tiru kesuksesan Kartika dengan menciptakan keunikan pada produk, agar brand-mu mudah diingat. Selain memanfaatkan media sosial, jangan segan mengenakan sendiri produk-produkmu sebagai salah satu cara pemasaran.

5. Bisnis kaos pre-order
Industri fashion memang tak pernah ada matinya. Namun, membuka bisnis distro membutuhkan modal yang tak sedikit. Tapi, siapa bilang kamu tak bisa membuka bisnis modal minim dalam bidang ini?

Atasi keterbatasan dana dengan menerapkan sistem pre-order. Dengan sistem ini, kaos atau busana hanya akan diproduksi setelah ada pemesanan. Untuk memangkas biaya produksi, kamu juga bisa membatasi minimal jumlah pesanan untuk bisa masuk produksi.

6. Jasa pengetikan
Jika kamu memiliki sebuah komputer atau laptop, bisnis jasa yang satu ini dapat menjadi ladang uang yang cukup menguntungkan.

Apalagi, jika tempat tinggalmu berada di sekitar kampus atau sekolah. Tak perlu khawatir sepi order, sebab banyak mahasiswa atau siswa yang mendapatkan tugas makalah atau laporan yang perlu bantuan jasa ketik.

Kamu juga bisa menambah layanan mencetak atau print. Sebuah printer baru dengan spesifikasi yang cukup bagus bisa kamu dapatkan kurang dari Rp 900 ribu.

7. Menjual aneka kue kering
Punya hobi bikin kue? Kembangkan hobimu sebagai salah satu sumber penghasilan. Untuk memulai usaha ini, tak perlu modal besar kok. Sebagai permulaan kamu bisa membuat satu atau dua toples aneka kue kering untuk ditawarkan pada teman, tetangga, atau orang sekitar.

Pemilihan kue kering dapat disesuaikan dengan selera dan kemampuanmu. Sekalipun kue yang ditawarkan sudah umum, namun kamu bisa ciptakan tampilan dan variasi rasa yang menarik dan memiliki ciri khas agar tak kalah saing di pasar.

8. Usaha aneka minuman
Selain usaha makanan, usaha minuman juga menarik untuk dilirik. Melalui minuman kreasimu, kamu juga bisa menciptakan tren baru daripada sekadar ikutan tren. Misalnya, di tengah-tengah tren kopi kekinian, kamu bisa memasarkan minuman cokelat atau bahkan jamu kekinian.

Bisnis modal kecil di bidang minuman inilah yang dipilih Syadan, mahasiswa asal Jambi. Bermodalkan Rp 1 juta hasil patungan bersama teman-temannya, ia sukses berbisnis teh Thailand.

5 tip bisnis modal kecil untung besar ala Susi Pudjiastuti
Salah satu bukti bisnis modal kecil bisa memberi untung besar adalah kisah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Dilansir dari Detik, Susi memutuskan berhenti sekolah dan mulai menjalani usaha bermodalkan Rp 750 ribu.

Dengan modal tersebut, ia mendirikan bisnis perikanan dan terjun langsung ke pelelangan ikan untuk menjualnya pada sejumlah restoran. Tentu saja, perjalanan Susi tak selalu mulus. Tapi, berkat kegigihannya, ia berhasil memasarkan produknya hingga ke luar negeri.

Untuk meniru kesuksesannya,, yuk simak tips berbisnis modal kecil ala Susi Pudjiastuti, berikut ini.

1. Pintar mengelola uang
Dalam berbisnis, kekhawatiran soal uang terkadang dialami, terlebih pada bisnis modal kecil. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola uang harus dikuasai atau setidaknya terus dipelajari.

Meski usaha diawali secara kecil-kecilan, pastikan tetap luangkan waktu untuk mengatur dan mengevaluasi arus kas bisnis.

Sebaiknya, hindari mencampur uang pribadi dan uang usaha. Selain itu, pastikan strategi yang dipilih tidak membuat pasak jadi lebih besar daripada tiang.

2. Fokus
Bagi Susi, sikap fokus adalah salah satu kunci berbisnis untuk pemula. Menurutnya, dalam menekuni bisnis yang dipilih, kita perlu mencurahkan tenaga dan pikiran pada bisnis tersebut.

Bagi karyawan, bukan berarti kamu tak bisa membuka bisnis sebagai usaha sampingan. Asalkan mampu memisahkan urusan kantor dan bisnis, serta tak setengah hati dalam menjalani bisnis, menjalani usaha sebagai pekerjaan sambilan tetap bisa dilakukan.

3. Tak berhenti berinovasi dan tahu tren
Untuk terus mengikuti keperluan dan minat pasar, Susi Pudjiastuti menyarankan para pengusaha untuk tak berhenti berinovasi. Menurutnya, sangat penting melakukan pembaruan produk atau jasa agar pelanggan tak beralih ke yang lain.

Oleh sebab itu, mau tak mau, sebagai pengusaha kamu harus mengetahui tren yang ada. Bukan berarti harus selalu terbawa arus tren, melainkan melakukan inovasi yang tak ketinggalan zaman dan sesuai kebutuhan pelanggan.

4. Gigih dan menyukai apa yang dikerjakan
Kesuksesan Susi Pudjiastuti tentu tak akan ia raih tanpa kegigihan. Bukan sekali dua kali ia mengalami penolakan saat menjalani usahanya. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah dan berhenti.

Menurut Susi, hal itu bisa ia lakukan lantaran ia menyukai apa yang ia kerjakan. Dengan begitu, ia bisa total dan bekerja keras tanpa perasaan terpaksa. Bagi Susi, menjadi pengusaha bukan hanya soal materi, tapi juga bentuk pencapaian yang layak diraih.

5. Jangan larut dalam kegagalan
Dalam berbisnis, bukan hanya modal materi yang diperlukan, tapi juga mindset dan mental sebagai pengusaha. Salah satunya adalah tak mudah menyerah dan pantang larut dalam kegagalan.

Susi beranggapan, jika kita terlarut dalam kegagalan, energi yang kita miliki akan terkuras untuk hal-hal negatif, sehingga sulit untuk bangkit kembali. Setiap pengusaha besar pasti telah melewati berbagai kesulitan dan memilih tidak menyerah.

(Baca: Cari Sumber Dana untuk Modal Usaha? Ini 5 Pilihannya)

Penyebab bisnis modal kecil berakhir gulung tikar
Sebenarnya, telah banyak pengusaha membuktikan keberhasilan bisnis modal kecil yang mereka rintis dari nol. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tak sedikit pula bisnis modal kecil yang berakhir gulung tikar. Memang, apa pun jenis usahanya, risiko kegagalan pastilah ada.

Oleh sebab itu, sekalipun dijalani sebagai bisnis sampingan, sebaiknya empat penyebab kegagalan bisnis ini tak kamu lakukan.

1. Tak ada rencana bisnis yang matang
Meski bisnis kecil-kecilan, wajib hukumnya punya rencana tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta strategi yang perlu dilakukan. Perencanaan yang baik akan memudahkanmu dalam mengembangkan bisnis.

Bayangkan apa yang ingin kamu capai untuk bisnismu dalam beberapa tahun ke depan dan siapkan strateginya. Misalnya, jika kamu ingin usahamu berkembang sebagai bisnis waralaba, tak ada salahnya membuat proposal kemitraan dari sekarang. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu ada pihak lain yang tertarik, kamu sudah punya rancangan yang menjanjikan.

2. Tidak dijalani sepenuh hati
Penyebab satu ini sering terjadi pada bisnis modal kecil. Padahal, sayang sekali mengeluarkan tenaga, waktu, dan uang jika dikerjakan setengah hati. Hanya mereka yang tangguh dan bersungguh-sungguh yang bisa sukses menjalani dan mengembangkan bisnis sendiri.

3. Kurang promosi
Dalam berbisnis, pemasaran adalah hal utama. Percuma punya produk yang bagus dan berkualitas, tapi tak ada orang yang tahu.

Zaman sekarang sayang sekali jika tak memanfaatkan berbagai sarana promosi yang telah tersedia secara gratis, seperti media sosial. Sebagai langkah awal, kamu bisa menawarkan promo harga miring atau meminta bantuan orang di sekitarmu untuk memberikan testimoni.

4. Bersikap pasif
Pengusaha tak bisa menunggu pelanggan datang begitu saja. Untuk membuat usahanya berhasil, mau tak mau seorang pengusaha harus selalu berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari calon pelanggan, calon rekan kerja, hingga sesama pengusaha lain.

Kemampuan membangun jaringan amat penting untuk kemajuan bisnis. Selain itu, dengan berinteraksi dengan banyak orang, terutama sesama pengusaha, ilmu yang didapatkan pun jadi lebih banyak.

Tentang Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA