Beberapa Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Patut Dicoba

Beberapa Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Patut Dicoba
Berita UKM Nasional Dunia UKM

Tingkat kesadaran masyarakat dewasa ini tentang investasi sudah mulai meningkat. Mereka menyadari bahwa investasi bisa menambah pemasukan di masa yang akan datang untuk dana-dana penting seperti kesehatan, Pendidikan, hari tua, dan lain sebagainya.

Penyebab sedikitnya orang untuk berinvestasi sendiri dikarenakan belum jelas tentang maslaah halal dan haramnya. Namun, belakangan ini banyak ahli ekonomi Islam yang mendirikan investasi Syariah yang halal dan juga menguntungkan.

Sehingga dengan adanya fasilitas tersebut, menarik perhatian para penduduk muslim yang notabenenya menjadi penduduk mayoritas di Indonesia.

Pada dasarnya, konsep investasi Syariah ini menggunakan metode bagi hasil yang jelas hulu dan hilirnya. Nah, jika Anda penasaran dengan macam-macam investasi syariah halal mana saja yang bisa Anda ikuti, berikut pembahasannya!

Mengenal Macam-Macam Investasi Syariah yang Halal dan Menguntungkan

1. Investasi Deposito Bagi Hasil

Jenis investasi deposito bagi hasil ini bisa menjadi solusi untuk Anda yang menginginkan investasi halal. Biasanya jenis investasi ini sering ditawarkan oleh pihak bank syariah dengan menerapkan sistem bagi hasil.

Pada umumnya, proses investasi deposito ini mirip dengan deposito di bank konvensional dimana Anda menyimpan uang ke bank Syariah-syariah di Indonesia yang memiliki program tersebut.

Bedanya dengan deposito konvensional ini adalah Investasi deposito syariah ini tidak mematok keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Tetapi keuntungan tersebut didapatkan berdasarkan kesepakatan Anda dengan pihak bank

Karena itu Prinsip yang digunakan dalam deposito syariah ini adalah mudharabah muthlaqah yang berarti pihak bank akan mengelola keuangan Anda secara produktif dan yang pasti menguntungkan bagi investor dan tetap tidak melupakan prinsip-prinsip dalam hukum islam.

Uang yang diinvestasikan bisa diambil dalam jangka waktu 5-10 tahun tergantung kesepakatan dan juga program yang ditawarkan.

Deposito Syariah tersebut telah diatur dalam fatwa DSN Dewan Syariah Nasional) MUI (Majelis Ulama Indonesia) No: 03/DSN-MUI/IV/2000. Dimana dalam fatwa tersebut menyatakan bahwa hasil dari pendapatan akan diterima oleh nasabah bersifat tidak tetap sesuai dengan pendapatan bank Syariah itu sendiri.

Adapun kelebihan dari deposito Syariah itu sendiri adalah sebagai berikut;

Dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk mengikuti program deposito di bank Syariah tersebut.
Nisbah Bagi Hasil Lebih Besar dari Tabungan Syariah.
Investasi Aman untuk Menyimpan Dana dalam Jangka Waktu Pendek
Sangat Cocok untuk Anda yang Tidak Menyukai Resiko Tinggi serta Mudah dalam Transaksinya.
Selain kelebihan, Anda pun perlu mengetahui kekurangan dari deposito Syariah agar tidak terlalu kaget dan menyesal di kemudian hari dengan sistem yang ada pada deposito tersebut. Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut;

Tidak bisa mencairkan dana seperti program tabungan pada umumya, Anda harus mengikuti program ketentuan pengambilan dana sesuai prosedur dan kesepakatan.
Nasabah mendapatkan keuntungan rendah dibandingkan dengan jenis investasi lainnya
Inflasi riil yang diterima oleh nasabah dalam waktu panjangn tidak bisa melewati 10-12 persen, kecuali negara sedang mengalami krisis moneter.
Walaupun di jamin oleh LPS, tetap saja untuk pencairan dana dibutuhkan waktu dan usaha yang tinggi ketika mencairkannya.

2. Investasi Reksadana Syariah

Investasi reksadana Syariah ini pada umumnya mirip dengan pengertian reksadana konvensional.

Yaitu, sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemilik modal atau investor yang kemudian diinvestasikan pada perusahaan tertentu sebagai portofolio investasi. Modal yang dimaksud seperi saham, obligasi, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan deposito syariah, yang membedakan investasi reksadana Syariah ini terletak pada prinsip dan ketentuan syariat islam dalam menjalan investasi tersebut.

Jika Anda memilih reksadana syariah ini, maka pihak pengelola akan mengelola uang Anda dengan transparan, seperti pelaporan data keuangan yang digunakan untuk modal apapun.

Pengelolaan investasi tersebut dilakukan oleh manajer investasi dan prosesnya tidak berkaitan dengan riba, ghahar, dan juga masyir.

Ciri-Ciri Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional
Untuk Anda yang ingin berinvestasi Syariah, maka modal yang diperlukan dimulai dari Rp 100.000. investasi tersebut bisa didapatkan APERD (Agen Penjual Reksadana) bahkan bisa dibeli secara online.

Adapun cara membedakan reksadana Syariah dan konvensional adalah sebagai berikut;

1. Terdaftar dalam Daftar Efek Syariah
Jika reksadana biasa tercantum dalam daftar efek biasa, maka reksadana Syariah ini tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang dikeluarkan langsung OJK.

Jika sudah tercantum dalam daftar tersebut, maka keuntungan yang dierima oleh pemodal bisa dipertanggungjawabkan kehalalnya karena sudah melalui verifikasi dari DPS.

2. Diawasi oleh Pihak DPS
Reksadana Syariah diawasi oleh dewan pengawas Syariah atau populer dengan nama DPS. Dina tugasnya untuk melakukan pengawasan kepada Lembaga terkait yang mengeluarkan program reksadana Syariah.

3. Adanya Proses Cleansing
Ciri dari Lembaga atau bank yang memiliki program reksadana Syariah berikutnya adalah terdapar proses cleansing.

Proses cleansing ini merupakan proses pembersiahn dari hal-hal yang dapat menganggu dari kehalalan uang yang dimodalkan untuk investasi tersebut.

Karena itu, keuntungan yang didapatkan oleh pemiliki modal tidak akan langsung diberikan tetapi disarankan dan diarahkan untuk disedakahkan atau diamalkan untuk hal-hal yang bersifat baik.

3. Investasi Asuransi Syariah

Asuransi Syariah kini sudah menjadi salah satu jenis investasi yang disukai banyak orang terutama umat Islam.

Produk ini disukai karena memang sesuai dengan syariat agama Islam dan juga banyak memberikan keuntungan lain kepada setiap nasabahnya.

Secara umum, investasi ini memang memiliki resiko tetapi prinsip yang dijalankan berbeda dengan asuransi konvensional.

Asuransi Syariah ini mengedepankan prinsip saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan bukan di tanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi seperti konvensional.

Hal itu dibuat, sesuai dengan fatwa dari Dewan Syariah Nasional no: 21/DSN-MUI/X/2001, tentang:

Pedoman Umum Asuransi Syariah, asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.

Keuntungan Menggunakan Asuransi Syariah adalah sebagai berikut ;

1. Asuransi Syariah Menggunakan Konsep Tolong Menolong
Prinsip tolong menolong dalam asuransi syariah menggunakan konsep donasi, sehingga saat Anda membeli asuransi berbasis syariah, sama artinya dengan Anda mendonasikan sebagian dana untuk membantu nasabah lain yang sedang terkena musibah.

2. Asuransi Syariah Menggunakan Konsep Risk Sharing
Sebagai pengelola asuransi itu tidak akan mengalami kerugian, karena risiko bukan berada di perusahaan.

3. Asuransi Syariah Menggunakan Konsep Wadiah (titipan)
Dimana dana akan dikembalikan dari rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening tabarru’. Pembebanan biaya operasional sendiri ditanggung pemegang polis asuransi, dan inipun terbatas hanya pada kisaran 30% dari premi.

4. Asuransi Syariah Tidak Ada Riba
Dalam transaksi asuransi syariah, ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan seperti riba, gharar (ketidakjelasan dana) dan maisir (judi). Tentu, jika Anda mengambil produk perusahaan asuransi syariah maka dana akan dikelola dengan proses yang sesuai dengan persetujuan dari awal yang terhindari dari riba.

Sumber  : www.folderbisnis.com

Tentang Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA