Alasan Gak Boleh Bisnis Bareng Sahabat

Alasan Gak Boleh Bisnis Bareng Sahabat
Berita UKM Nasional Dunia UKM Inspirasi Bisnis

Buka usaha sama sahabat atau teman dekat sah-sah saja dilakukannya. Tapi, pada dasarnya hal ini gak terlalu dianjurkan.

Menurut situs Wisebread, ada beberapa alasan mengapa kamu lebih baik gak mengajak teman dekat berbisnis atau mengerjakan sebuah proyek. Meski gak semuanya benar, potensi kerugian yang kamu alami bisa besar di kemudian waktu.

Kalau risikonya harus kehilangan pertemanan, tentu ribet bukan!

Ingin tahu alasan-alasan mengapa kamu gak disarankan buka usaha dengan teman? Yuk, simak ulasannya di sini:

Loyalitas dan etos kerja merupakan dua hal yang berbeda

Mungkin dia adalah teman yang sangat loyal alias gak meninggalkanmu di saat yang susah. Namun, loyal belum tentu diikuti dengan etos kerja yang baik.

Bisa jadi dia memang loyal sebagai seorang partner usahamu, dia rela nombok atau selalu ada di pihakmu. Tapi, dalam urusan kerjaan dia selalu telat karena kebiasaannya.

Gak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang ditentukan. Bahkan, hasil kerjanya jauh dari kata perform. Bukannya itu justru malah merugikanmu?

Perdebatan bisa berujung jadi kebencian

Mustahil dalam urusan buka usaha gak ada yang namanya perdebatan. Proses membangun usaha yang moncer tentu gak akan lepas dari hal ini karena setiap co-founder dalam bisnis, tentu punya pandangan masing-masing soal mengembangkan usaha.

Lantas, apa kabarnya jika kamu harus berdebat atau terpaksa ribut verbal demi kebaikan usaha dengan sahabat sendiri? Tentu saja hal ini bisa merembet ke masalah pribadi yang berujung kebencian satu sama lain.

Lambat laun, inilah yang akhirnya menjadi keretakan pertemananmu dengannya. Apa yang bakal kamu lakukan jika kondisinya sudah seperti ini?

Sahabat kurang bisa menerima kritik

Namanya juga sahabat, dia bakal menemanimu di saat-saat yang sulit. Mendengarkan segala keluh kesahmu dalam menghadapi masalah, dan mungkin mengorbankan apa yang mestinya gak dia korbankan demi kebahagiaanmu.

Bayangkan kalau sewaktu-waktu kamu terpaksa mengkritik kinerja atau hasil karyanya dalam bisnismu. Apa gak panas tuh?

Yang ada, kritikan itu justru gak akan pernah jadi motivasi baginya. Yang ada, ya demotivasi, atau paling parahnya justru menyebabkan rusaknya hubungan pertemananmu.

Mereka mungkin lebih baik jadi pendengar kita ketimbang partner bisnis yang memang harus dikritik atau dikoreksi setiap waktu.

Ketika terlibat masalah yang berkaitan dengan uang, semuanya akan hancur

Bukan cuma hubungan pertemanan yang hancur karena uang, hubungan kekeluargaan pun bisa.

Bayangkan saja jika kamu buka usaha dengan sahabatmu, lantas ada tindakan penyelewengan dana yang dia lakukan dan hal itupun tertangkap basah olehmu.

Uang memang bisa membutakan siapapun di dunia ini, termasuk diri kita sendiri. Dan ketika sahabat yang membantumu di dalam bisnis melakukan tindakan tercela yang berkaitan dengan uang, tentu bukan hubungan bisnismu dengannya saja yang rusak.

Hubungan dengan pihak-pihak lain juga bisa rusak, terutama jika kamu menutup-nutupi keburukannya.

Bukan urusan sepele memecat sahabat

Ketika kita buka usaha dan punya karyawan, melakukan pemecatan tentunya bakal jadi hal yang harus dipertimbangkan. Terutama bila kinerja bisnis gak sesuai harapan.

Tapi, bagaimana jika yang kamu pecat adalah sahabat sendiri? Apakah tega?

Seorang yang dipecat tentu bakal kehilangan sumber penghasilan. Gak ada jaminan juga dia bakal mudah cari kerja atau proyek di kemudian hari berhubung persaingan di dunia usaha juga cukup ketat. Yakin berani memecat sahabat sendiri?

Itulah lima alasan mengapa jangan buka usaha dengan sahabat sendiri. Mitra bisnis tentu beda sama sahabat, komitmen mereka untuk ada di sisi kita pun berbeda.

Meski sahabat adalah orang yang paling mengerti soal diri kita, belum tentu dia bisa jadi orang yang menguntungkan untuk bisnis kita.

Diambil dari : www.moneysmart.id

Tentang Yusdi UKM

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA