Beberapa Etika Bisnis Untuk Wanita

Beberapa Etika Bisnis Untuk Wanita
Dunia Kerja Etika dalam Berbisnis

Beberapa Etika Bisnis Untuk Wanita – Banyak wanita meraih kesuksesan dalam berbisnis. Keberhasilan tersebut dicapai berkat tekad kuat, usaha keras, strategi tepat sasaran, dan yang tak kalah pentingnya yaitu mematuhi etika bisnis. Etika bisnis wanita berbeda dengan pria. Wanita memiliki etika bisnis yang lebih detail dan sensitif. Berikut ini adalah etika bisnis wanita yang bisa mendongkrak bisnis Anda:

1. Jangan berpakaian terlalu terbuka

Dalam berbisnis, sebaiknya Anda memperhatikan penampilan. Sebab penampilan menunjukkan profesionalitas. Kenakan pakaian yang rapi dan praktis. Tak perlu mengenakan aksesoris berlebihan. Sebaiknya juga tidak mengenakan pakaian yang terlalu terbuka, seperti blus berpotongan dada rendah atau rok yang terlalu pendek. Pakaian-pakaian seperti itu dapat membuat Anda susah beraktivitas. Rekan kerja dan klien juga bisa terganggu melihat penampilan Anda.

2. Hindari menjalin hubungan asmara dengan rekan kerja pria

Sebagian kantor melarang hubungan kerja antarkaryawan. Apabila Anda bekerja di tempat seperti itu, usahakan tidak melanggar peraturan. Namun apabila tidak ada larangan tersebut, sebaiknya Anda pun menghindari hubungan asmara dengan rekan kerja. Sebab hubungan tersebut dapat menganggu pekerjaan.
Sebagai contoh, apabila Anda dan kekasih bertengkar, susah menjaga profesionalitas di tempat kerja. Bisa jadi pekerjaan terhambat karena Anda berdua saling menghindar. Contoh lain, Anda tertarik pada seorang rekan kerja yang tampan. Akibatnya jam kerja Anda terbuang karena berusaha menarik perhatiannya. Produktivitas kerja menjadi turun.

3. Hindari terlalu sering menggosip di tempat kerja

Bullying-at-the-workplace
Menggosip adalah salah satu kegiatan favorit wanita saat berkumpul. Tak ada salahnya menggosip di tempat kerja asalkan tidak berlebihan. Terutama jika kegiatan itu bisa mengurangi kepenatan kerja. Namun apabila Anda menggosip terlalu sering, rekan-rekan kerja akan kehilangan hormat terhadap Anda. Apalagi jika gosip Anda menyebabkan perselisihan di tempat kerja. Berhati-hatilah juga dalam memilih orang yang digosipkan. Apabila bos menangkap basah Anda sedang menggosipkannya, bisa-bisa Anda dikenai hukuman.

4. Jangan menggoda dan jangan mau digoda bos

tanda-si-bos-sedang-pdkt-dan-cara-menghindarinya
Semenarik apa pun bos Anda, sebaiknya jangan menggodanya. Itu bisa menyulitkan Anda dalam berbisnis. Bisa-bisa rekan kerja iri. Jika Anda naik pangkat, bisa jadi mereka mengira itu berkat Anda dekat dengan bos, bukan karena Anda benar-benar kompeten. Namun, bila bos yang menggoda Anda, jangan ditanggapi. Namun tak perlu terlalu menghindarinya. Jaga komunikasi secara profesional.

5. Apabila hendak cuti menikah atau hamil, ajukan jauh-jauh hari

BBLTP2j
Beritahukan rencana menikah atau rencana kehamilan Anda pada atasan. Jadi mereka dapat berjaga-jaga mempersiapkan orang lain untuk menggantikan Anda sementara. Sebelum mengajukan cuti, pastikan semua pekerjaan Anda sudah beres. Apabila ada yang belum selesai, berikan instruksi yang jelas pada rekan kerja untuk melanjutkannya. Setiap perusahaan memiliki kebijakan cuti yang berbeda. Pastikan Anda mengetahuinya. Ajukan cuti paling tidak beberapa minggu sebelumnya.

6. Jangan membawa masalah rumah tangga ke tempat kerja

moms-ini-alasannya-jangan-bawa-stres-pekerjaan-ke-rumah-qDqtLBA5XY
Masalah rumah tangga seringkali membebani pikiran. Mulai dari anak-anak yang rewel, cekcok dengan suami, kurangnya uang untuk membayar kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya. Anda mesti pintar mengelola persoalan tersebut. Jangan campuradukkan masalah rumah tangga dengan masalah pekerjaan. Begitu Anda meninggalkan rumah, tinggalkan masalah rumah tangga di sana. Fokuslah bekerja di tempat kerja. Begitu pula setelah Anda meninggalkan tempat kerja, jangan bawa-bawa masalah pekerjaan ke rumah.

Tentang Isti RWD