Jitu Merintis Karier sebagai Makeup Artist, meski Belajar via Youtube dan Autodidak

Jitu Merintis Karier sebagai Makeup Artist, meski Belajar via Youtube dan Autodidak
Advertising

Perkembangan teknologi rias dan tren makeup yang merambah luas di Youtube, Instagram, dan media sosial lainnya seakan membuat profesi yang tadinya dipandang
sebelah mata ini menjadi naik kelas. Sebut saja, para artis dan selebritis Tanah Air hampir setiap hari memerlukan jasa seorang MUA untuk merias diri mereka.
Belum lagi kancah pernikahan Nusantara yang variatif tidak ada habisnya, membuat jasa MUA kian dicari.

1.Mulai dengan mengenal alat-alat makeup
Untuk menjadi seorang MUA, penting untuk mengenal alat-alat makeup terlebih dahulu. Nggak cuma bedak dan eyeshadow lagi. Kamu juga perlu tahu apa itu highliter,
shading, countouring, brow pomade, brow mascara, dan sebagainya. Khatamkan itu semua, lalu barulah mulai mengoleksi makeup-mu sedikit demi sedikit.
Karena kalau beli langsung banyak bisa tekor.Mulailah dengan memiliki yang basic dan penting-penting dulu. Pada dasarnya tidak harus menggunakan produk
yang high-end dulu kok. Kamu bisa memulainya dengan produk-produk lokal terlebih dahulu. Ingat, di dalam riasan itu yang utama bukanlah produknya, tapi skill
kamu.

2.Jadikan tutorial di Youtube dan blog menjadi makananmu sehari-hari
Tempat yang pas untuk belajar makeup adalah tentu saja Youtube. Di sana ada banyak beauty guru yang bisa kamu contek ilmunya setiap saat. Bahkan ada pula
yang menawarkan kelas jarak jauh. Kamu tidak usah ragu mengeksplor banyak ilmu dari sana. Di masa yang kekinian ini, ilmu tidaklah terbatas hanya dimiliki
oleh mereka yang belajar di kelas-kelas atapun sekolah formal. Kalau ada yang gratis dan bisa memberikan kamu ‘sesuatu’ cobalah. Jangan malas ya.

3.Buatlah Instagram khusus untuk menyimpan portofoliomu
Untuk menampung portofolio dalam dunia MUA, kamu pasti perlu adanya media sosial. Tidak perlu pasang target follower sekian K, cukup dimulai dengan memberitahu
teman-teman atau keluarga terdekatmu. Jika memang sayang sama kamu, mereka tidak akan ragu mendukungmu kok.
Abaikan dulu orang-orang yang mencibir atau menyepelekanmu. Justru yang namanya orang belajar pasti ada saja tantangannya. Kamu harus berani menghadapi hal ini,
karena lambat laun tantanganmu akan makin beragam dan membutuhkan jiwa dan raga yang bakoh.

4.Mulai dengan merias diri. Unggah, nggak perlu takut atau malu. Yang penting orang lain tahu kamu sedang belajar
Wajah pertama yang akan kamu rias adalah wajahmu sendiri. Tak perlu ragu untuk banyak mencoba aneka jenis makeup hingga cara membentuk alis.
Makeup adalah seni dan untuk menciptakannya harus dilakukan dengan eksperimen. Di fase ini, lakukanlah pertama kali di wajahmu dahulu. Barulah nanti
melakukannya untuk orang lain.

5.Lakukan dengan merias teman, menjadikan mereka bahan percobaan
Setelah kamu merasa cukup bisa merias diri sendiri dengan baik, saatnya beralih ke merias orang lain. Cobalah merias teman sendiri terlebih dulu.
Kamu belum perlu memasang tarif terlebih dahulu. Tahapan ini ditujukan untuk mengenal bentuk wajah dan variasi kulit klien yang berlainan.
Makin seru kalau temanmu banyak yang bersedia dirias. Jika kamu sudah merias sedikitnya sepuluh orang, lambat laun kamu akan mengerti dan lancar
dengan sendirinya kok.

6.Berani bereksperimen dengan beraneka jenis kulit, makeup, dan teknik. Kan sudah punya bekal dari nonton Youtube
Beranilah untuk melakukan percobaan teknik-teknik riasan yang banyak kamu tonton di Youtube, atau belajar dari teman sesama MUA yang sudah senior.
Ingat, kamu masih belajar, jangan ragu untuk mencoba hal baru yaa.

7.Setelah itu, kamu boleh mulai pasang tarif. Mulailah dari klien yang mudah-mudah dulu misalnya wisudaan
Saat kamu sudah merasa siap (kalau bisa sih jangan lama-lama siapnya), barulah kamu bisa memantapkan diri memasang tarif. Mulailah dengan klien yang
mudah-mudah dulu seperti wisuda, lamaran, atau prewedding. Umumnya mereka memang mencari MUA yang harganya masih miring. Maksimalkan potensi Instagram atau
media sosialmu untuk memantau dan menjaring klien. Promosi ‘kan bisa dari mana saja.

8.Sudah puas merambah klien ‘mudah’, beralihlah ke wedding. Jangan lupa untuk terus belajar
Lambat laun saat karyamu dikenal orang banyak, kamu bisa mulai beralih dan merambah pasar makeup wedding. Awalnya memang agak kikuk,
tetapi lama-lama kamu akan ketemu dengan polanya kok. Jika masih ragu, jangan sungkan untuk menjadi asisten MUA wedding profesional. Gunakan kemampuanmu
sebaik-baiknya ya, karena biasanya kalau sudah cocok dengan satu MUA, seseorang akan terus memakai jasanya lagi dan lagi.

Jadi apasudah siap?

sumber : hipwee.com


Tentang Isti RWD