9 Cara Agar Gaji Tidak Cepat Habis

9 Cara Agar Gaji Tidak Cepat Habis
Advertising

Apakah kamu sering mengalami kehabisan uang sebelum pertengahan bulan? Jika iya, maka kamu tidaklah sendiri. Beberapa pegawai ataupun karyawan di seluruh dunia juga banyak yang mengaku sering berada pada situasi yang serupa. Masalah kehabisan uang sebelum waktunya ini tidak lain disebabkan oleh kesalahan seseorang dalam mengatur gaji mereka sendiri. Seperti terlalu banyak belanja hal yang tidak penting, tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit, dan beberapa hal lainnya.

Nah untuk menghindari hal tersebut terjadi lagi sama kamu, berikut ShopBack berikan 9 cara mengatur gaji bulanan yang bisa kamu praktekkan sekarang juga. Jangan lupa dicatat ya!

1. Buatlah anggaran bulanan

Salah satu cara mengatur gaji yang terbukti efektif adalah dengan membuat anggaran setiap bulan. Ketika kamu membuat anggaran, otomatis kamu akan menjadi lebih tahu tentang apa kebutuhan dan keperluan kamu setiap bulan serta berapa sebenarnya besaran biaya yang diperlukan untuk memenuhi hal tersebut. Sehingga kamu bisa terhindar dari perilaku berlebihan dan foya-foya dalam menggunakan penghasilan yang kamu peroleh setiap bulannya.

Nah dalam membuat anggaran bulanan, disarankan kamu untuk membagi porsi pengeluaran menjadi dua bagian, yaitu untuk kebutuhan primer dan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang penting dan tidak boleh kamu tunda pengeluarannya seperti biaya makan, tagihan listrik, cicilan rumah/kendaraan, transportasi, dan lain-lain. Sementara kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang tidak terlalu penting dan masih sangat bisa ditunda pengeluarannya, seperti berbelanja, hangout bareng teman, dan traveling.

2. Gunakan aturan 10 – 20 – 30 – 40

Jika kamu merasa ribet mengatur ketika mengatur budget bulanan, maka gunakanlah saja aturan 10 – 20 – 30 – 40. Atau 10% gaji untuk kebaikan, 20% gaji untuk masa depan, 30% gaji untuk bayar cicilan, dan 40% gaji untuk kebutuhan hidup. Jadi misalkan kamu memiliki gaji atau pendapatan per bulan Rp. 4 juta, maka alokasinya adalah Rp. 1.600.000 untuk kebutuhan kamu (seperti biaya makan, tagihan listrik, transportasi, hingga hobi) Rp. 1.200.000 untuk keperluan bayar cicilan (seperti cicilan rumah dan kendaraan), Rp. 800.000 untuk masa depan (seperti untuk keperluan investasi, pendidikan anak, asuransi biaya DP rumah, dll), dan Rp. 400.000 untuk amal kebaikan (seperti sedekah, infak, dll).

3. Bayarlah seluruh tagihan kamu secepatnya

Membayar tagihan listrik, internet, cicilan rumah, kendaraan, dan lain sebagainya merupakan satu hal yang harus kamu utamakan setelah gajian. Tujuannya adalah untuk menjaga agar biaya keperluan kamu sehari-hari tidak bisa terganggu lagi. Sehingga kamu pun bisa lebih tenang dalam mengatur pengeluaran-pengeluaran bulanan lainnya.

Coba deh kamu bayangkan resiko yang bisa terjadi di saat kamu tidak memprioritaskan pengeluaran untuk tagihan listrik terlebih dahulu, dan malah menggunakan uang yang ada untuk keperluan sehari-hari. Besar kemungkinan yang bakal terjadi adalah ketika kamu ingin membayar tagihan listrik, uang yang ada ternyata sudah tidak cukup lagi untuk membayarnya. Sehingga mengakibatkan kamu pun terpaksa harus berhutang. Duh, amit-amit.

4. Sisihkan sebagian gaji untuk tabungan

Salah satu kesalahan finansial yang sering dilakukan oleh seseorang adalah menabung di kala masih ada gaji yang tersisa. Padahal, kita telah mengetahui bersama bahwa kemungkinan hal tersebut untuk terjadi sangatlah kecil. Hal ini tidak lain dipicu oleh kecenderungan keinginan manusia yang memang tidak ada habisnya. Ketika kamu dihadapkan dengan pilihan untuk membeli barang yang kamu sukai atau menabung di saat kamu masih memiliki sisa gaji, kemungkinan besar kamu pasti akan memilih pilihan yang pertama.

Makanya, untuk menghindari jebakan tersebut, kamu sangat disarankan untuk menyisihkan sebagian dari gaji untuk tabungan terlebih dahulu. Terutama sebelum kamu menggunakan gaji tersebut untuk membiayai keperluan sehari-hari. Lagipula, kamu juga nggak perlu nabung banyak-banyak lho. Cukup 10% saja dari penghasilan kamu setiap bulan sudah lumayan kok. Selain mendorong kamu untuk disiplin dalam menabung, hal ini juga berguna untuk menekan segala macam pengeluaran bulanan kamu yang tidak terlalu penting.

5. Milikilah rekening khusus untuk menabung

Satu cara yang dapat membantu kamu agar bisa terus menabung setiap bulannya adalah dengan membuat rekening khusus untuk menabung. Dengan adanya rekening khusus ini, otomatis pengeluaran kamu untuk menabung dan membiayai kebutuhan sehari-hari tidak akan tercampur. Sehingga secara tidak langsung dapat meminimalisir terjadinya gagal menabung setiap bulan.

Nah ketika kamu hendak membuat rekening khusus untuk menabung, sebaiknya pilihlah jenis rekening yang tidak memiliki biaya adminstrasi tinggi atau bahkan carilah yang tidak mengenakan biaya administrasi sama sekali. Selain itu, hindari juga memilih rekening yang memiliki fasilitas ATM atau debit. Hal ini supaya kamu menjadi lebih sulit untuk mengutak-atik rekening tabungan tersebut. Sementara untuk keperluan belanja keperluan sehari-hari, menerima gaji, membayar tagihan, dan lain-lain, sebaiknya kamu gunakan rekening yang berbeda. Ingat, rekening tabungan dan rekening keperluan sehari-hari tidak boleh dicampur ya.

6. Catat pengeluaran kamu

Berikutnya, salah satu cara mengatur gaji bulanan yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencatat semua pengeluaran kamu setiap bulan. Kamu bisa menulisnya secara manual di sebuah buku atau bisa juga dengan menggunakan beberapa aplikasi catatan keuangan pribadi yang bisa kamu download secara gratis di App Store maupun Play Store.

Mencatat pengeluaran setiap bulan secara tidak langsung dapat membantu kamu mengidentifikasi kemana saja aliran dana yang keluar selama satu bulan. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui hal-hal apa saja yang sebetulnya dapat lebih dikurangi bahkan dihilangkan dari dalam daftar rencana pengeluaran kamu di masa depan.

7. Gunakanlah kartu kredit seperlunya

Kartu kredit ibaratnya sama seperti pedang bermata dua. Jika digunakan dengan benar dapat menguntungkan kamu, namun jika digunakan dengan salah juga dapat menyebabkan bencana pada kondisi keuanganmu. Kartu kredit sangatlah bermanfaat jika digunakan dengan cerdas, seperti menggunakannya untuk memperoleh promo saat membeli barang-barang yang kamu butuhkan, atau bisa juga kamu gunakan sebagai wadah untuk membayar seluruh biaya tagihan kamu secara otomatis supaya lebih menghemat waktu.

Sebaliknya, jika kamu menggunakan kartu kredit dengan cara yang salah, seperti untuk membeli barang-barang yang kurang penting atau sering menunda pembayaran tagihannya dengan alasan ada keperluan lain, maka lambat laun ini akan memperparah kesehatan finansial kamu. Untuk itu, ingatlah untuk selalu menggunakan kartu kredit seperlunya saja.

8. Berinvestasilah

Seusai kamu menggunakan gaji bulananmu untuk menabung dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka bila masih ada sisanya, gunakanlah uang tersebut untuk berinvestasi. Seperti berinvestasi pada produk keuangan seperti saham, obligasi, reksadana, asuransi, dan lain-lain, atau berinvestasi pada aset fisik berupa perhiasan, properti, tanah, ternak, dan sebagainya.

Akan tetapi, perlu kamu ingat bahwa investasi berbeda dengan menabung. Sebab dana pada investasi umumnya tidak dapat kamu ambil kapan saja sesuai dengan keinginan kamu. Tentu hal ini berbeda dengan menabung dimana kamu boleh mengambil uangnya kapan saja.

Meskipun begitu, berinvestasi merupakan hal yang sangat direkomendasikan lho. Pasalnya dengan berinvestasi, uang kamu akan cenderung bertambah menjadi berkali-kali lipatnya seiring waktu. Selain itu, uang kamu juga akan lebih tahan terhadap inflasi alias penurunan nilai mata uang yang sekitar 3 – 5% setiap tahunnya.

9. Lakukan Evaluasi

Langkah terakhir dalam artikel cara mengatur gaji bulanan kali ini adalah melakukan evaluasi, yaitu dengan cara membandingkan antara anggaran yang sudah kamu buat dan realisasi pengeluaran yang terjadi dalam satu bulan. Evaluasi ini haruslah dilakukan secara rutin setiap akhir bulan atau awal bulan berikutnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan pengeluaran kamu setiap bulan.

Jika setelah evaluasi kamu menemukan bahwa tingkat pengeluaran kamu lebih kecil daripada anggaran, maka barangkali kamu bisa memperkecil rencana anggaran kamu untuk bulan berikutnya. Begitu pun sebaliknya. Apabila kamu menemukan tingkat pengeluaran kamu dalam sebulan lebih besar daripada anggaran, maka kamu bisa menyesuaikannya dengan memperbesar total anggaran atau justru memutuskan untuk lebih berhemat di bulan berikutnya.

Sumber : shopback.co.id


Tentang Isti RWD