5 Tantangan Dalam Berbisnis

5 Tantangan Dalam Berbisnis
Advertising

1. Moral dan integritas

Dunia bisnis dan kerja seringkali mengundang dilema moral dalam setiap prakteknya. Banyak sekali kesempatan untuk meraup untung lebih besar dari klien, kompromi dengan kualitas bahan baku, serta menutup-nutupi kekurangan yang ada. Contoh-contoh perilaku seperti ini biasanya turut mengundang ketidakpercayaan yang sifatnya penting dalam berbisnis.
Kasus bisnis perjalanan Umroh yang lagi hits belakangan misalnya. Harga miring dan paket lengkap yang ditawarkan ternyata merupakan sebuah skema penipuan belaka. Bisa terbayang apa yang dilakukan kasus ini dengan bisnis umroh serta keinginan masyarakat menengah ke bawah untuk pergi Umroh?

Bagaimana caranya untuk menciptakan bisnis yang berintegritas dan mengedepankan kejujuran?

Sebagai pemilik bisnis, kamu tidak hanya perlu menerapkan kejujuran dan integritas pada klien dan menjadi contoh untuk para pegawai, namun juga sadar akan situasi yang bisa memicu perilaku tidak jujur. Sadarlah pada kesempatan untuk melakukan curang, dan berlaku sebaliknya. Hal ini berlaku juga untuk tim yang dipimpin, serta perusahaan secara keseluruhan.

2. Kompetisi dan seleksi yang ketat

Perlu diingat, bukan hanya kamu yang mudah untuk berbisnis. Kemudahan untuk memulai bisnis menciptakan tantangan berupa kompetisi bisnis yang sangat ketat. Dengan beragamnya produk dan jasa yang diciptakan oleh para pebisnis, konsumen atau klien menjadi semakin selektif dalam memilih apa yang mereka inginkan.
Lantas, bagaimana untuk bertahan dalam kompetisi bisnis saat ini? Kamu tidak perlu menjadi yang terdepan dan nomor satu jika masih berada dalam early stage. Fokus pada pengembangan Unique Selling Point dan menentukan pasar yang paling tepat untuk bisnis kamu dengan melalui proses segmentation, targeting, positioning. Loyalitas pasar bukanlah hal yang paling penting, namun justru bagaimana pelanggan dan calon pelanggan bisa dan bersedia membincangkan bisnismu!

3. Ketidakpastian kondisi ekonomi

Perubahan permintaan pasar yang begitu cepat, ketidakstabilan harga bahan baku, kurs mata uang yang naik turun, dan sebagainya merupakan sesuatu yang sulit diprediksi namun bisa membawa pengaruh besar pada bisnis yang dijalankan. Karena ketidakpastian ini, banyak pebisnis lebih mementingkan perencanaan jangka pendek yang kemudian melupakan visi jangka panjang. Hal ini bisa merusak esensi utama dari model bisnis.
Sebagai pemilik bisnis, ketika menghadapi ekonomi yang tidak stabil hendaklah selalu berpikir jangka panjang. Situasi yang berubah cepat menuntut pengambilan keputusan yang segera, namun tidak berarti tergesa-gesa. Ini adalah tantangan bisnis yang harus terus menerus dipelajari. Walaupun tergantung kasus dan konteks, kita semua bisa setuju bahwa memikirkan rencana untuk bertahan jangka panjang itu penting dalam segala situasi.

4. Memilih karyawan yang tepat

Semua pemilik bisnis pasti pernah kesulitan memilih karyawan yang tepat untuk mengisi sebuah posisi penting dalam perusahaan. Tidak sedikit yang melamar memiliki skill di atas rata-rata. Namun, kecocokan dengan budaya perusahaan merupakan hal yang patut dipertimbangkan lagi.
Sebuah bisnis kecil dapat dianalogikan sebagai sebuah keluarga, jika bisa bekerja sama dengan baik, tujuan mereka dapat tercapai dan berjalan dengan bahagia meskipun diterjang oleh berbagai permasalahan. Jika tidak, ada kemungkinan untuk terjadi perpecahan. Kepribadian dan kemampuan seseorang menjadi prioritas utama dalam memilih pekerja untuk sebuah bisnis kecil.

Setiap orang memegang peranan yang penting jika anda bekerja dalam sebuah bisnis kecil. Jika satu orang tidak dapat bekerja dengan baik, maka akan berdampak pada bagian-bagian lain dalam bisnis.

Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah mempelajari cara untuk berhadapan dengan kepribadian yang berbeda-beda dari manusia, mengetahui apa yang menjadi pendorong seseorang untuk mencapai tujuan, dan selalu memperbaiki manajemen tim. Atau, sederhananya: memiliki tim HR yang bagus!

5. Bagaimana memecahkan sebuah masalah

Jika bisnis kamu tidak mengalami permasalahan, kamu perlu mengevaluasi perkembangan bisnis yang kamu jalankan. Dalam fase pengembangan, permasalahan akan selalu menjadi “sarapan.” Sedikit meta, namun justru cara memecahkan masalah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan lainnya. Masalah menjadi masalah yang lebih besar apabila pebisnis tidak memahami bagaimana cara untuk memecahkan masalah. Solusi yang anda berikan bisa menjadi “minyak” yang semakin membesarkan api ketimbang memadamkannya.
Hal yang perlu anda lakukan sebelum mengambil satu tindakan penyelesaian masalah adalah belajar untuk mengidentifikasi permasalahan sampai ke akar-akarnya. Pikirkan keuntungan bagi setiap pihak, dari stakeholder hingga karyawan terkecil pun. Jika tidak mengenali permasalahan yang anda hadapi, lantas apa permasalahan yang ingin dipecahkan?

Sumber: langkahawal.com


Tentang Isti RWD