4 Tips Untuk Mengatur Keuangan Gen Z Yang Boros

4 Tips Untuk Mengatur Keuangan Gen Z Yang Boros
Advertising

Generasi milenial atau dikenal dengan istilah generasi Z ini dalah generasi kelahiran tahun 1990 – 2000an. Generasi yang hidup di era modernisasi sarat kemajuan teknologi saat ini. Generasi ini pun disebut sebagai golongan produktif karena rata-rata usia generasi ini relatif masih muda karena mereka sudah bisa memiliki penghasilan sendiri.

Kemampuan generasi ini bisa memiliki penghasilan di usia relatif muda tentunya mempengaruhi cara pandang mereka dalam mempergunakan penghasilan. Di usia yang relatif masih muda, penghasilan yang lebih dari cukup kemudian didukung dengan status yang masih belum menikah menjadi faktor utama generasi milenial ingin menikmati masa muda sepuasnya.

Terlahir di era modernisasi terknologi mempengaruhi pola pikir generasi ini dalam mengeksplor segala hal. Terlebih di era digital sekarang ini banyak tawaran kemudahan dalam mendapatkan sesuatu hal, baik informasi, barang produk dan lain sebagainya. Sehingga seringkali menimbulkan penyalahgunaan keuangan untuk keperluan yang tidak penting. Generasi ini cenderung masih belum bisa dan bijak mengatur, menggunakan dan mengalokasi keuangan mereka sesuai dengan kebutuhan prioritas. Tidak jarang seringkali terjadi besar pengeluaran dari pemasukan bahkan terlilit hutang.

Untuk menjawab permasalahan yang sering terjadi di kalangan milenial dalam hal pengaturan keuangan, berikut ini beberapa hal yang dapat di rekomdasikan bagi kalangan milenial dalam pengaturan keuangan.

1. Merubah paradigma kebutuhan hidup

Generasi z pada umumnya menganut pemahaman hidup hanya sekali, masa muda tidak akan kembali sehingga berangkat dari pemikiran itu membuat para generasi muda ini melihat kebutuhan hidup dari sisi jangka pendek. Bagi golongan ini, uang yang dimiliki hari ini maka dihabiskan untuk kebutuhan hari ini. Mereka cenderung menghabiskan penghasilan mereka untuk kebutuhan hidup di depan mata, tidak mempertimbangkan efek jangka panjang apabila penghasilan mereka dihabiskan dalam satu waktu.

Padahal sebenarnya kebutuhan hidup bukan mengenai hari ini, masih ada hari esok dan seterusnya. Apabila penghasilan diperoleh dihabiskan dalam satu waktu tanpa ada tabungan maka akan muncul keinginan berhutang untuk menutupi kebutuhan hidup. Mengelola keuangan bagi generasi muda ini masih sulit untuk diatur karena orientasi terhadap kesenangan sesaat lebih mendominasi dibandingkan rencana jangka panjang yang akan mereka hadapi.

Paradigma hidup hanya sekali, maka harus dinikmati sepuasnya perlu diubah. Karena kehidupan terus berlanjut. Tentu setelah lelah bekerja kamu menginginkan adanya liburan dan berlibur akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu baiknya biaya liburan haruslah diatur sebaik-baiknya dengan mempertimbangkan berbagai macam kebutuhan penting lainya.

2. Jangan berhutang jika tidak mendesak

Generasi milenial umumnya memiliki tingkat konsumsi di atas rata-rata. Terlebih di era media digital sekarang ini. Segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah baik pembelian barang produk maupun pembayaran. Kita semua tentu menyadari saat ini arus media digital sangat berpengaruh terhadap segala kemudahan kebutuhan hidup. Saat ini melalui media digital atau aplikasi digital semua orang sudah dapat melakukan pembelian secara online. Transaksi pembayaran pun dipermudah dengan hanya menggunakan kartu kredit dan KTP serta NPWP.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para generasi ini adalah memanfaatkan segala akses kemudahan itu untuk memenuhi keperluan yang tidak terlalu penting. Misalnya, pembelian dengan metode pembayaran kartu kredit atau juga hanya cicilan menggunakan KTP & NPWP. Seringkali para generasi milenial tidak mempergunakan metode pembayaran tersebut dengan bijak. Belanja dengan menggunakan kartu kredit seringkali melebihi limit akibatnya tagihan kartu kredit membengkak sehingga tagihan tidak terbayarkan. Sama hal nya dengan cicilan dengan menggunakan KTP & NPWP.

Umumnya kebiasaan generasi milenial berhutang untuk hal yang bersifat konsumtif dipengaruhi oleh keinginan yang selalu ingin up to date. Generasi ini belum bijak memperhitungkan segala kemungkinan apabila terjadi besar pengeluaran dari pendapatan. Kondisi kurang bijak memperhitungkan segala kemungkinan seringkali membawa generasi ini pada kondisi berhutang untuk membayar hutang dan berhutang untuk memenuhi keinginan mereka. Sehingga berhutang ke Bank, KTA dan bahkan rentenir pun dilakukan untuk memenuhi semua keinginan. Pada akhirnya hal tersebut diatas membuat generasi ini terjebak dalam kondisi keuangan yang tidak sehat.

Oleh karena itu utamakan kebutuhan prioritas dari keinginan semata. Apabila kebutuhan utama telah terpenuh dan masih menyisakan uang maka baiknya ditabung. Andaikan terjadi kebutuhan mendesak yang harus penuhi namun terkendala biaya maka baiknya coba meminjam ke anggota keluarga inti seperti Adik atau kakak. Andaikan pun tidak bisa maka coba mengajukan pinjaman ke KTA dengan tenor yang cukup panjang sehingga kesempatan untuk melunasi hutang lebih lama.

3. Mulai berinvestasi

Di kalangan generasi milenial kesadaran investasi masih kurang. Generasi ini berpikir investasi akan dilakukan apabila usia sudah di atas 30 Tahun. Padahal sebenarnya ada baiknya investasi dilakukan sedari relatif muda karena banyak keuntungan yang akan di peroleh. Keinginan selalu up to date dengan perkembangan jaman dan keinginan ingin memiliki barang produksi terbaru seperti gadget, laptol,motor dan mobil menyebabkan investasi tidak menarik bagi kalangan ini.

Padahal sebenarnya investasi di usia relatif muda menjanjikan banyak keuntungan. Beberapa jenis investasi yang dapat dicoba oleh generasi z ini bisa seperti menyicil atau membeli benda yang tidak bergerak seperti rumah, tanah, emas dan menanam saham. Alokasi investasi untuk benda- benda tidak bergerak ini setiap tahun selalu mengalami peningkatan harga. Sehingga sangat ideal jika dijadikan pilihan alternativ untuk berinvestasi mengingat banyak keuntungan yang akan diperoleh di masa depan.

Sementara pembelian gadget baru, laptop, motor dan mobil harganya selalu mengalami penurunan setiap tahun. Harga barang-barang di atas tidak akan sama dengan dengan harga baru apabila dibeli dan kembali dijual dalam satu waktu. Harga barang tersebut pun di pastikan mengalami penurunan siginifikan di masa mendatang.

Oleh karena itu bagi kalangan milenial perlu adanya pemahaman dan kesadaran yang lebih bahwa perlunya investasi di masa muda. Investasi itu tidak harus menunggu usia yang sudah mapan. Namun baiknya usahakan investasi apabila penghasilan yang dimiliki lebih dari cukup. Karena keuntungan yang di janjikan oleh investasi akan dinikmati disaat usia semakin tua.

4. Cerdas kelola rekening

Memiliki 2 atau 3 rekening berbeda adalah hal yang lumrah dikalangan milenial. Biasanya alasan para generasi ini memiliki 2 atau lebih rekening karena memang ingin memposkan anggaran-anggaranesuai kebutuhan berdasarkan jangka waktu. Namun pada penerapannya tidak sesuai yang di harapkan. Rekening yang tadinya di tujukan untuk kebutuhan jangka panjang atau dana darurat dipergunakan menjadi dana cadangan.

Generasi milenial dalam mengelola rekening masih kurang baik dan bijak. Hal tersebut di pengaruhi oleh orientasi terhadap hal – hal yang bersifat konsumtif serta komitmen yang masih rendah untuk mempergunakan uang sebaik-baiknya. Sehingga akibatnya berpengaruh terhadap penggunaan dana yang tersimpan dalam rekening tidak sesuai rencana.

Oleh karena itu, bagi generasi milenial apabila berniat membuka rekening lebih dari 2 untuk tujuan kebutuhan berbeda, maka sebaiknya di landasi perubahan orientasi kebutuhan hidup niat dan komitmen yang tinggi. Perubahan orientasi akan kebutuhan dan keinginan di landasi dengan komitmen yang tinggi disertai niat mempergunakan dana rekening secara baik dan bijak maka akan berpengaruh terhadap tata kelola rekening yang baik dan benar.

Menjadi generasi yang sarat akan perkembangan teknologi adalah hal susah gampang. Artinya, jika kemudahan dan kebaikan yang di sediakan oleh teknologi dapat di pergunakan secara cerdas dan bijak, maka kemudahan dan keuntungan hidup akan di peroleh. Sebaliknya apabila kemudahan teknologi di salah gunakan maka kesulitan hidup pun akan di petik.

Dalam menerapkan pola pengaturan keuangan secara cerdas dan bijak di butuhkan perubahan pandangan akan orientasi kebutuhan hidup, tekad yang bulat dan komitmen yang tinggi. Hidup memang sekali, masa muda pun hanya sekali namun baiknya pergunakanlah masa muda sebaik – sebaikny. Maka dari itu rencanakan pengaturan keuangan masa muda secara cerdas dan bijak mulai saat ini agar masa tua hanya memetik hasil.

 

Sumber : shopback.co.id


Tentang Isti RWD